Syameela

๐Ÿ‘‰Grup SYAMEELA,
Deliver the Truth of Islam
Bimbingan Ilmu Syar’i dan Info Islami
๐Ÿ‘‰yg diasuh Ust Oemar Mita Lc (narasumber) dan Ust Abu Sumayyah (Asisten Narasumber).
๐Ÿ‘‰Pertanyaan yg disampaikan sesuai tata-tertib insyaallaah akan selalu dijawab,

๐Ÿ‘‰ Cara daftar :

1.Ketik SYAMEELA-Nama-Kota-Usia …jika mendaftarkan diri sendiri 2.Ketik SYAMEELA-No WA-Nama-Kota-Usia …Jika mendaftarkan teman/saudara/anak/tetangga yg ingin dida’wahi Kirim melalui WA ke :
a)No Hp โ€ฌ 081225507005 Ust Abu Sumayyah
b)No Hp 082123021521 Akhi Abu Salman

Info kajian Ilmiah

DAUROH KAJIAN ILMIAH SEHARI
โ€œPRINSIP โ€“ PRINSIP MANHAJ SALAF,
TANTANGANNYA DI ERA MODERN DAN PENYIMPANGANNYA.โ€
PEMBICARA: USTD. OEMAR MITA Lc. & USTD. ANUNG AL HAMAD Lc. MPdi.
SABTU, 19 JANUARI 2013
JAM 08.30 S/D 17.00 WIB
MASJID AL IKHLAS
JL. CIPETE III 10 CIPETE SELATAN
CILANDAK โ€“ JAKARTA SELATAN
TEMPAT TERBATAS, Silahkan segera daftar kepada contact person yang Kami sediakan

Pendaftaran hubungi :
Utk Ikhwan : Widodo-081381497459; abu habibi-08970170874
Utk akhwat : Ummu Syafa-02193135532
Infaq Rp 30,000/orang (makalah-makan siang-snack) ditransfer ke No rek muamalat a/n nurfadhliniย 9222803424ย (mhn konfirmasi setelah transfer, nama dan no hp)

Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah

Aliran atau faham syiah Imamiyah yang dianggap sesat oleh Ahlussunnah wal jama’ah telah berkembang di beberapa Negara muslim termasuk Indonesia. Perlu bagi umat Islam Indonesia untuk mengetahui hal ini dan mewaspadainya.

Syiah terbagi menjadi beberapa sekte, dan yang terbesar dan berkembang di beberapa Negara yaitu Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah atau lebih dikenal dengan syiah Rafidhah. Pengikut syiah terbesar berada di Negara Iran atau Persia.

Definisi Syiah Imamiyah:

Syiah imamiyah adalah sebuah firqah atau sekte yang beranggapan bahwa Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu lebih berhak menjadi khalifah, dan mereka tidak mengakui keabsahan kekhalifahan Abu Bakar, Umar bin Khathab, dan Utsman bin Affan Radhiyallahu anhum. Dinamakan imamiyah karena mereka beranggapan hanya 12 imam yang berhak memimpin kaum muslimin.

Adapun 12 imam secara turun temurun ย tersebut yaitu :

  1. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu. (40 H)
  2. Hasan bin Ali radhiyallahu anhuma. (3-50 H)
  3. Husein bin Ali radhiyallahu anhuma. (4-61 H)
  4. Ali Zaenal Abidin bin Husein. (38-95 H)
  5. Muhammad Al-Baqir bin Ali Zaenal Abidin. (57-114 H)
  6. Ja’far Ash-Shadiq bin Muhammmad Al-Baqir. (83-148 H)
  7. Musa Al-Kadzim bin Ja’far Ash-Shadiq. (128-183 H)
  8. Ali Ridha bin Musa Al-Kadzim. (148-203 H)
  9. Muhammad Al-Jawad bin Ali Ridha. (195-220 H)
  10. Ali Al-Hadi bin Muhammad Al-Jawad. (212-254 H)
  11. Hasan Al-Askari bin Ali Al-Hadi. (232-260 H)
  12. Muhammad Al-Mahdi bin Hasan Al-Askari. (256 H- โ€ฆ)

Syiah beranggapan Imam yang terakhir sedang berada di kota Samarra, Iraq dan akan muncul suatu saat nanti. Namun Imam Mahdi syiah berbeda dengan Imam Mahdi ahlus sunnah. Imam Mahdi Ahlus sunnah adalah keturunan Hasan bin Ali radhiyallahu anhuma. Sedangkan Imam Mahdi syiah dari keturunan Husein bin Ali radhiyallahu anhuma. Imam mahdi syiah hanyalah khayalan karena imam yang ke 11 tidak memiliki keturunan laki-laki.

Tokoh pendiri faham syiah yang pertama adalah Abdullah bin Saba’. Dia seorang yahudi yang pura-pura masuk Islam dan berkeinginan untuk menghancurkan Islam. Dia memasukkan aqidah yahudi kedalam syiah. Adapun aqidah atau keyakinan yang dia bawa meliputi : Raj’ah (kembalinya orang yang sudah mati ke dunia), tidak adanya kematian, Allah Azza wa Jalla memiliki sifat lupa-Maha suci Allah dari hal itu-kemudian dia juga menyebarkan fitnah dengan mengatakan bahwa Ali bin Abi Thalib adalah Tuhan. Namun syiah Rafidhah menolak keberadaan Abdullah bin Saba dalam sejarah mereka.

Puasa Anak Kecil di Bulan Ramadhan

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam, nabi dan rasul yang paling mulia.

Berikut ini adalah kumpulan fatwa pilihan dari fatawa para ulama seputar puasa anak kecil :

Batasan umur puasa

Tanya:

Kapan anak kecil diwajibkan berpuasa, berapa batasan umur yang mewajibkan untuk berpuasa?

Jawab:

Anak kecil diperintahkan melakukan shalat jika sudah berumur tujuh tahun dan dipukul jika berumur sepuluh tahun. Wajib berpuasa jika sudah baligh. Baligh tercapai dengan keluar mani karena syahwat, tumbuhnya bulu di sekitar kemaluan, mimpi basah (mimpi yang menyebabkan keluar mani) atau sudah mencapai umur 15 tahun. Anak perempuan pun demikian, hanya ada tambahan tanda lain yaitu keluar haid.

Dasarnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Daud dari Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, dia berkata, bersabda Rasulullah -shalallahu alaihi wasalam- :

(( ู…ูุฑููˆุง ุฃูŽุจู’ู†ูŽุงุกูŽูƒูู…ู’ ุจูุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉู ู„ูุณูŽุจู’ุนู ุณูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงุถู’ุฑูุจููˆู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ู„ูุนูŽุดู’ุฑู ุณูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽููŽุฑูู‘ู‚ููˆุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ู’ ููู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุถูŽุงุฌูุนู ))

“Perintahkan anak-anak kalian shalat pada umur 7 tahun, dan pukullah (jika menolak) pada umur sepuluh tahun, dan pisahkan tempat tidur mereka.”

[HR. Ahmad 2927 dan Abu Dawud 495,496.Disahihkan oleh al-Albani di dalam Irwa al-Ghalil]

Juga sebagaimana yang diriwayatkan oleh Aisyah -radiallahu’anha- dari Nabi -shalallahu alaihi wasalam-, bahwa beliau bersabda:

(( ุฑูููุนูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽู„ูŽู…ู ุนูŽู†ู’ ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉู ุนูŽู†ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฆูู…ู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุณู’ุชูŽูŠู’ู‚ูุธูŽ ูˆูŽุนูŽู†ู ุงู„ุตูŽู‘ุจูู‰ูู‘ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุญู’ุชูŽู„ูู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู†ู ุงู„ู’ู…ูŽุฌู’ู†ููˆู†ู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุนู’ู‚ูู„ูŽ ))

“Al-Qolam diangkat (tidak dicatat) pada tiga orang: orang tidur hingga terbangun, anak kecil hingga ihtilam (keluar mani) dan dari orang gila hingga sadar.”

[HR. Imam Ahmad 1195 dan Abu Dawud no.4405. Dishahihkan oleh al-Albani di dalam Irwa al-Ghalil]

Dikeluarkan juga yang sepertinya dari riwayat Ali -radiallahu’anhu-, Abu Daud dan at-Turmudzi, dan dia berkata: hadits hasan. Allah-lah pemberi taufik.

ย 

[Lajnah Daimah lil Ifta’ (Komite Tetap Untuk Fatwa Kerajaan Saudi Arabia) no.1787]

Anak berumur kurang dari 15 tahun

Tanya:

Apakah anak yang berumur kurang dari 15 tahun diperintahkan untuk berpuasa sebagaimana diperintahkan shalat?

Jawab:

Ya, anak kecil yang belum baligh diperintahkan untuk berpuasa jika mampu, sebagaimana dahulu sahabat Nabi -radiallahu’anhum- memerintahkannya kepada anak-anak kecil mereka.

Para ulama telah menyebutkan di dalam nas bahwa waliyul amr (wali anak) hendaknya memerintahkan anak-anak kecilnya untuk berpuasa dengan tujuan melatih dan membiasakan mereka mempraktekkan ajaran Islam dalam diri mereka hingga menjadi kebanggaan bagi mereka. Tetapi jika hal itu memberatkan atau membahayakan, maka mereka tidak harus melakukannya.

Saya ingatkan di sini, bahwa sebagian orang tua yang melarang anak-anak mereka berpuasa sebenarnya telah menyelisihi apa yang dilakukan oleh para sahabat Nabi -radiallahu’anhum-, meskipun dengan dalih kasihan. Hakikatnya menyayangi anak justru dengan memerintahkan mereka mengerjakan syariat Islam, melatih dan membiasakannya. Hal ini tentu tidak diragukan merupakan pendidikan yang baik dan pengasuhan yang sempurna.

Telah jelas dari Nabi -shalallahu alaihi wasalam-, beliau bersabda:

((ย  ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ุฑูŽุฌูู„ูŽ ุฑูŽุงุน ูููŠ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุจูŽูŠู’ุชูู‡ู ูˆูŽ ู…ูŽุณู’ุฆููˆู„ูŒ ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุนููŠูŽู‘ุชูู‡ูย  ))

“Sesungguhnya seorang lelaki itu adalah ro’i (pemimpin) pada keluarganya dan akan ditanya tentang orang-orang yang dipimpinnya.”

[HR. al-Bukhari no. 2600]

Yang semestinya bagi waliyul amr yang telah Allah beri tanggung jawab keluarga dan anak-anak untuk takut kepada Allah, dengan memerintahkan mereka apa-apa yang telah Allah perintahkan dari syariat Islam.

ย 

[Syaikh Muhammad Ibn Saleh al-Utsaimin, lihat kitab Ad-Da’wah 1/145-146]

Muqoddimah

Segala puji teriring dan tercurah kepada pemilik segala kebesaran yang mengusai semesta alam yang menurunkan Al-Quran dan as-Sunah sebagai petunjuk yang paripurna dalam kehidupan seorang mukmin

Sholawat dan salam tercurah kepada figureย  Rasul dan nabi penutup Muhammad Shollallohu ‘alaihi wa sallam yang telah mengajarkan ummatnya tentang suatu ketundukan murni dalam ibadah teruntuk Alloh semata dengan berlandaskan kepada Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya Muhammad Shollallohu ‘alaihi wa sallam.

Islam merupakan Risalah Rabbaniyah yang sangat indah,cantik serta paripurna yang diturunkan secara langsung oleh Rab semesta alam, menjadi petunjuk dalam kehidupan dunia yang sarat dengan ragam syahwat dan syubhat (persoalan yang samar), penerang dalam gelapnya dunia yang telah terperosok begitu dalam dengan suatu peradaban materialisme.

Begitu indahnya dan cantiknya, maka tak mengherankan apabila generasi pertama Islam memberikan suatu kisah nyata yang seakan bertutur bahwa Islam adalah sebuah konsep kenikmatan seorang hamba yang tidak tergantikan dengan apapun di dunia, lihatlah bagaimana kehidupan para sahabat seperti Abu Bakar, Umar bin Khotob, Usman bin Affan, Ali bin Abi tholib dan para sahabat lainnya –Radliyallah Anhum- dalam menikmati Islam dalam hidup mereka.

Begitu lengkapnya, sehingga seorang kaum musyrikin pernah memberikan kesaksian kepada Salman Al Farisi dengan mengatakanโ€Wahai Salman Nabi kalian telah mengajarkan kepada kalian segala sesuatu dengan lengkap hingga urusan MCK-pun, Rasul kalian mengajarkannyaโ€ maka Ibnu Masโ€™ud pun menegaskan bahwa:โ€Tidaklah rasulullah meninggalkan kita kecuali telah dijelaskan segala hal hingga urusan burung yang terbang pun kami mengetahui ilmunyaโ€,

Begitu jelasnya dan mudahnya agama ini,maka kalaulah kita ilustrasikan Islam sebagai sebuah bangunan rumah,maka Rasul telah menjelaskan secara detail tiap inci dari bangunan rumah,dan tidaklah urusan agama ini telah mencapai kesempurnaan kecuali Rasul telah menjelaskan secara utuh kepada ummatnya yang ditinggalkannya,sebagaimana sabda beliau: โ€Tidaklah aku tinggalkan kalian kecuali dengan cahaya yang benderang,keadaan malam layaknya siang dan tidaklah orang mencari jalan lain kecuali akan tersesat

Dan semua hal luar biasa dalam Islam tidaklah akan dapat dirasakan langsung kecuali dengan ilmu yang benar yang menghantarkan kepada pemahaman sehat dalam beragama, maka ilmu dalam Islam menempati kedudukan yang begitu besar, dalam hadis:โ€Barang siapa yang Alloh inginkan kepadanya kebaikan, maka Alloh akan berikan kepadanya pemahaman agama โ€ dan beliau menamakan majlis ilmu dengan taman-taman syurga,dikarenakan begitu besarnya keutamaannya.

Ibnu Hajar pun menguraikan,ย  bahwa tidaklah ada yang lebih utama dari ilmu sehingga tidaklah Alloh menyuruh nabi-Nya untuk meminta sesuatu agar ditambah kecuali hal itu adalah ilmu. Dan inilah yang menghantarkan kebahagiaan seorang hamba sehingga dapat merasa nikmat Islam, sebagaimana juga syarat pertama dalam syahadat adalah berilmu yang menafikan kebodohan.

Dan manusia dalam kaitannya dengan ilmu terbagi menjadi tiga komunitas besar:

1. Komunitas yang berilmu dan beramal sholeh, mereka inilah kelompok Shirotul mustaqiem (Jalan Lurus) dari para Rasul, nabi, kaum Syuhadaโ€™, para sahabat, tabiin tabiut tabiin dan orang-orang sholeh.

2. Komunitas yang berilmu tapi tidak beramal, mereka inilah kelompok Al Magdlubu Aโ€™laihim (yang mendapat murka-Nya) dari kaum yahudi dan orang-orang yang tahu ilmu tapi justru menyesatkan ummat

3. Komunitas yang beramal tapi tidak berlandaskan ilmu,mereka inilah kelompok Ad Dzollin (tersesat) dari kaum nashrani dan orang-orang yang beramal tanpa landsan ilmu yang benar dari Rasulullah

Adapun realita ummat sekarang ini begitu asyik berinteraksi dengan ilmu yang bersifat materalisme dan dunia, sehingga akhirnya posisi mereka terhadap ilmu dien dan sebuah gambaran Islam begitu lemah dan selalu dalam level minus,sehingga terciptalah komunitas ummat yang begitu kering, dan sangat tidak menikmati kehidupan dien-nya kecuali hanya sebagai aksesoris tambahan,dan tidak lebih.